
Marketing Funnel – Digital Marketer Wajib Paham Konsep Ini!

Pelanggan adalah aspek terpenting dalam bisnis. Karena itu, penting bagi brand untuk paham gimana pelanggan menemukan, kenal, dan loyal dengan kita.
Kenapa memahami cara pelanggan menemukan, kenal, dan loyal dengan brand kita itu penting? Karena faktanya, punya produk atau jasa yang bagus itu cuma gak menjamin pelanggan jatuh hati dan memilih brandmu.
Kabar baiknya, ada satu konsep yang bisa ngebantu brand dalam memahami hal tersebut – marketing funnel.
Memahami marketing funnel wajib hukumnya bagi pelaku digital marketing (termasuk SEO specialist). Konsep ini akan sangat membantu dalam menyusun strategi konten.
Tulisan ini akan membahas salah satu konsep penting dalam digital marketing. Apapun skill digital marketing teknis yang kamu punya, kamu harus paham konsep ini dengan baik.
Sudah siap?
- 1 Apa Itu Marketing Funnel?
- 2 Manfaat Marketing Funnel
- 3 Tahapan Marketing Funnel
- 4 Strategi Marketing Funnel di Tiap Tahapan
- 5 Pahami Tiap Tahap Marketing Funnel!
- 6 Frequently Asked Questions (FAQ)
- 6.1 Apa itu marketing funnel dalam digital marketing?
- 6.2 Kenapa marketing funnel penting untuk bisnis?
- 6.3 Apa saja tahapan marketing funnel?
- 6.4 Gimana cara membuat strategi marketing funnel yang efektif?
- 6.5 Konten seperti apa yang cocok untuk tahap awareness?
- 6.6 Bagaimana cara meningkatkan konversi di tahap action?
- 6.7 Apakah marketing funnel hanya berlaku untuk bisnis online?
- 6.8 Apa hubungan marketing funnel dengan SEO?
- 6.9 Apakah semua pelanggan melewati funnel secara linear?
- 6.10 Apakah marketing funnel berbeda untuk B2B dan B2C?
Apa Itu Marketing Funnel?
Marketing funnel adalah suatu konsep yang menjelaskan setiap proses yang calon pelanggan alami – dari belum kenal sampai membeli barang/jasa dari brand.
Konsep ini punya beberapa model, yang paling terkenal yaitu:
- Model AIDA.
- Model TOFFU-MOFU-BOFU.
Proses yang calon pelanggan alami ini digambarkan sebagai funnel atau corong, yang bentuknya makin ke bawah makin sempit.
Corong yang makin sempit ke bawah ini artinya makin jauh tahap yang dilalui, makin sedikit pula jumlah orang yang ada di tahap tersebut. Dengan kata lain, gak semua orang yang aware sama brandmu akan beli produk atau jasa.
Manfaat Marketing Funnel

Apa manfaat marketing funnel? Oh, besar banget manfaatnya!
Pada dasarnya, kamu harus kenal siapa, tahapan, dan kebutuhan target marketmu. Tentu, ditambah juga dengan pemahaman tentang customer journey, marketing flywheel, dan customer awareness.
Kalau kamu sudah kenal target market dengan baik, kamu akan tahu strategi terbaik agar mereka bisa kenal, terus jadi tertarik, dan akhirnya mau beli produk/jasamu. Meskipun faktanya proses ini gak linear – calon pelanggan bisa pindah-pindah antar tahapan.
Gak sampai situ aja, marketing funnel juga bisa bantu kamu nyusun strategi agar pembeli bisa jadi pelanggan setia sampai mau promosiin brandmu ke kenalan mereka.
Gimana? Udah kebayang, ya, manfaat dan seberapa pentingnya marketing funnel.
Konsep ini penting banget buat siapapun yang mau berkecimpung di dunia digital marketing, tanpa kecuali.
Marketing funnel akan jadi fondasi dasarmu saat menyusun strategi digital marketing – nentuin search intent, riset keyword, bikin content pillar, dan saat bikin konten E-E-A-T (berkualitas).
Bayangin aja kamu lagi deketin gebetan tapi sama sekali gak tau hobi, sifat, dan kesukaannya dia.
Ya, bubar jalan jadinya. Kamu akhirnya gak bakal tahu apa strategi dan cara yang oke buat deketin dia sampai mau jadi pasanganmu, kan?
Nah, seperti itulah analogi dari konsep marketing funnel. Kamu harus kenal dan tahu profil calon pelangganmu sebelum nyusun strategi buat deketin mereka.
Tahapan Marketing Funnel
Ada dua model tahapan marketing funnel – AIDA dan ToFu, MoFu, BoFu.
Masing-masing sebetulnya punya konsep yang sama – gimana caranya agar target market bisa jadi pelanggan. Berikut adalah penjelasan dari kedua model tersebut:
1. AIDA

AIDA (awareness, interest, desire, dan action) merupakan model marketing funnel yang paling sering dipakai.
Pada model ini, tahapan calon pelanggan terbagi menjadi empat tahap, antara lain:
- Awareness – calon pelanggan pertama kali kenal brand di tahap ini. Entah itu dari iklan, sosial media, organik (SEO), ataupun dari influencer (KOL).
- Interest – tahap di mana calon pelanggan sudah minat dengan brandmu. Misalnya seperti subscribe YouTube, follow akun sosial media, menjelajahi website, hingga melakukan sign-up.
- Desire (Consideration) – calon pelanggan bandingin brandmu dengan brand lain.
- Action (Conversion) – calon pelanggan sudah memutuskan untuk membeli produk/jasa dari brandmu.
2. ToFu, MoFu, BoFu

ToFu, MoFu, BoFu adalah model marketing funnel yang lebih sederhana. Berikut adalah penjelasannya:
- Top of the Funnel Marketing (ToFu) – calon pelanggan mulai kenal brandmu. Di sini, brand awareness tercipta di benak calon konsumen (awareness).
- Mid of the Funnel Marketing (MoFu) – calon pelanggan sudah sadar problem yang ia punya dan ingin solusinya segera. Calon pelanggan di tahap ini juga ngelakuin perbandingan antara brandmu dengan brand lain.
- Bottom of the Funnel Marketing (BoFu) – calon pelanggan sudah punya minat yang serius terhadap barang atau jasa yang kamu jual dan siap membeli.
Strategi Marketing Funnel di Tiap Tahapan
Strategi marketing funnel sangat kamu butuhkan agar calon pelanggan bisa pindah dari tahapan paling atas (Awareness atau ToFu) ke tahapan paling akhir (Action atau BoFu).
Tiap tahapan punya cara yang berbeda-beda agar calon pelanggan bisa pindah ke tahapan berikutnya. Berikut adalah strategi dan penerapan search intent yang bisa kamu lakukan berdasarkan tahapan calon pelanggan:
1. Awareness
Tahapan pertama adalah awareness. Di tahap ini, calon pelanggan punya masalah atau kebutuhan dan mereka pasti sedang mencari solusi. Nah, tugasmu di sini adalah ngasi solusi tersebut. Jangan dulu ngomongin produk atau jasamu, fokus ke pain points mereka.
Tujuannya apa? Agar mereka kenal sama brandmu dan menganggapnya punya solusi yang dibutuhkan.
Sekarang, calon pelanggan sudah kenal dengan brandmu. Apa selanjutnya?
Hal yang harus kamu lakukan sekarang adalah buat mereka tertarik dengan brandmu (masuk ke tahap interest) – subscribe di YouTube, follow media sosial, sign-up, ataupun ingin jadi audiens di website.
Caranya, buat mereka tertarik di beberapa detik pertama dengan kontenmu. Buat foto, video, dan judul konten yang menarik dan memancing perhatian mereka.
Kalau mereka sudah tertarik dengan foto, video, ataupun judul kontenmu di beberapa detik pertama, mereka akan meninkmati kontenmu lebih lama lagi.
Nah, di sinilah fungsinya kamu harus bikin konten yang menarik dan valuable. Konten yang kamu sajikan adalah konten informatif atau hiburan.
Beberapa contoh keyword yang bisa kamu pakai di tahapan ini antara lain:
- Tips diet nyaman.
- Cara memilih outfit ke kampus.
- Penyebab sulit fokus.
2. Interest
Calon pelanggan sudah baca artikel blogmu atau nonton videomu di media sosial. Sekarang, mereka mulai menganggap brandmu bisa membantu mereka. Kalau di TOFFU-MOFU-BOFU, ini sudah masuknya ke MOFU (Middle of the Funnel).
Calon pelanggan tertarik dengan kontenmu dan sudah tahu solusi atas masalah yang mereka hadapi (interest).
Konten yang cocok untuk calon pelanggan yang sadar akan solusi untuk masalah mereka yaitu lead magnet seperti checklist gratis, mini e-book, ataupun webinar. Lewat lead magnet tersebut, kamu bisa mendapatkan e-mail mereka, sehingga bisa mengontak mereka secara personal (lewat email marketing).
Tunjukkan kalau produk/jasa brandmu bisa menyelesaikan masalah mereka dan kamu punya reputasi bagus seperti review di Google Business Profile dan media sosial.
3. Desire
Calon pelanggan sudah kenal dan tahu bagaimana produk/jasamu bisa menyelesaikan masalah. Nah, yang mereka lakukan sekarang adalah survei atau membandingkan produk/jasamu dengan punya kompetitor.
Jadi, kamu juga bisa bikin konten review yang menonjolkan kelebihan dan unique selling proposition dari produk/jasamu.
Contoh keyword yang cocok untuk konten review (commercial) adalah:
- Rekomendasi tas sekolah terbaik.
- Jersey player issue vs grade ori.
- Skincare untuk kulit kering.
4. Action
Pada tahap ini, pelanggan sudah memutuskan akan membeli produk/jasa dari brand apa. Calon pelanggan yang sudah sampai tahap ini selangkah lagi akan siap beli produk/jasa darimu.
Tugasmu sekarang adalah arahkan calon pembeli untuk bertransaksi di sales page. Jangan sampai websitemu lambat ataupun proses transaksinya membingungkan, sehingga membuat calon pelanggan membatalkan niatnya.
Keyword yang identik dengan tahapan ini yaitu transactional keyword. Beberapa contohnya antara lain:
- Beli tas sekolah.
- Beli jersey Juventus player issue.
- Daftar bootcamp digital marketing.
Agar calon pelanggan makin yakin, beri mereka beberapa penawaran menarik seperti diskon, buy-one-get-one, gratis ongkir, dan lainnya. Selain itu, jangan lupa pakai CTA. yang menarik.
Pahami Tiap Tahap Marketing Funnel!
Marketing funnel adalah konsep yang membantu kita dalam menyusun strategi marketing sesuai dengan kondisi dan kebutuhan calon pelanggan.
Secara umum, model marketing funnel yaitu AIDA dan TOFU-MOFU-BOFU.
Tapi, marketing funnel pada tiap bisnis bisa saja punya sedikit perbedaan karena customer journeynya beragam. Misalnya, bisnis B2C tentu punya customer journey yang beda dengan bisnis B2B.
Setiap tahapan di marketing funnel punya tantangan dan solusinya tersendiri, sehingga kamu perlu punya strategi yang matang agar calon pelanggan bisa masuk ke tahapan selanjutnya.
Dari sini kita paham kalau kita gak bisa asal-asalan saat membuat konten. Contoh, kita gak bisa hard-selling di konten hiburan.
Kenali, dekati, baru ajak beli calon pelangganmu! Kalau memang jodoh, dijamin pelangganmu akan jatuh hati!
Frequently Asked Questions (FAQ)
Apa itu marketing funnel dalam digital marketing?
Marketing funnel adalah konsep yang menggambarkan perjalanan calon pelanggan dari belum mengenal brand hingga akhirnya membeli produk atau jasa.
Kenapa marketing funnel penting untuk bisnis?
Marketing funnel penting karena membantu brand memahami kebutuhan pelanggan di setiap tahap, sehingga strategi konten dan promosi bisa lebih tepat sasaran, meningkatkan konversi, dan membangun loyalitas pelanggan.
Apa saja tahapan marketing funnel?
Tahapan marketing funnel meliputi awareness, interest, desire (consideration), dan action. Ada juga model lain yaitu ToFu (Top of Funnel), MoFu (Middle of Funnel), dan BoFu (Bottom of Funnel).
Gimana cara membuat strategi marketing funnel yang efektif?
Mulailah dengan memahami target market, menentukan kebutuhan mereka di tiap tahap, lalu buat konten yang sesuai dengan search intent.
Konten seperti apa yang cocok untuk tahap awareness?
Konten edukatif atau informatif seperti tips, panduan, artikel blog, video edukasi, atau konten hiburan yang membantu menyelesaikan masalah audiens tanpa hard selling.
Bagaimana cara meningkatkan konversi di tahap action?
Gunakan CTA yang jelas, landing page cepat dan mudah digunakan, testimoni pelanggan, promo menarik, serta proses checkout yang sederhana.
Apakah marketing funnel hanya berlaku untuk bisnis online?
Nope. Marketing funnel bisa diterapkan di bisnis online maupun offline karena semua bisnis memiliki proses pelanggan dari mengenal hingga membeli.
Apa hubungan marketing funnel dengan SEO?
SEO membantu menjangkau audiens di setiap tahap funnel melalui keyword yang berbeda, mulai dari keyword informasional hingga keyword transaksional.
Apakah semua pelanggan melewati funnel secara linear?
Gak selalu. Pelanggan bisa berpindah antar tahap atau melewati beberapa tahap sekaligus tergantung kebutuhan dan pengalaman mereka.
Apakah marketing funnel berbeda untuk B2B dan B2C?
Ya. B2B biasanya memiliki proses pertimbangan lebih panjang dan melibatkan banyak pengambil keputusan, sedangkan B2C cenderung lebih cepat dan emosional.


