
Conversion Rate Optimization (CRO) dalam Digital Marketing

Konversi adalah tujuan utama dari strategi digital marketing – mau itu SEO, ads, email marketing, dan sebagainya.
Alasannya simpel – konversi ngasi peluang nyata ke bisnis untuk dapetin leads berkualitas sampai membantu bisnis menghasilkan sales.
Impression, clicks, hingga traffic yang besar memang bagus. Tapi, kalau kita pakai sudut pandang bisnis, metriks di atas cuma “kendaraan” buat dapat konversi.
Nah, sekarang pertanyaannya…
“Gimana caranya agar audiens bisa ngasi konversi?”
Jawabannya bisa kita temukan di satu konsep yang bernama conversion rate optimization (CRO).
Sebagai seorang digital marketer, terutama SEO specialist, paham CRO itu wajib agar bisa nyusun strategi yang lebih impactful ke bisnis.
Apalagi, cakupan customer journey di SEO itu luas banget. Audiens bisa datang dari berbagai level awareness – dari yang nol awareness, gak kenal brand, sampai yang loyal, semua ada!
Beda kaya email marketing atau ads yang menyasar audiens yang sudah engaged dengan brand atau yang sudah tertarik sama produk/jasa. Jadi, ekspektasi konversinya juga lebih cepat.
Kita bakal kupas semua hal tentang CRO di artikel ini – manfaat, elemen, strategi, sampai cara eksekusinya.
Buat kamu yang mau jadi digital marketer yang impactful, sudah siap?
Apa Itu Conversion Rate Optimization (CRO)?
Conversion rate optimization (CRO) adalah persentase yang nunjukin seberapa banyak audiens yang ngelakuin aksi yang kita inginkan.
Aksi ini bisa beragam – isi form, signing up, sampai beli produk/jasa.
CRO yang baik artinya audiens tertarik sama tawaran yang kamu kasi, sehingga mereka pun dengan sukarela nurut sama ajakanmu.
Tentu saja mereka punya alasan untuk tertarik – karena websitemu punya desain yang menarik, nawarin user experience yang oke, kontennya bagus, dan ngasi kesan bisa dipercaya sama audiens.
Meskipun konversi di sini gak selalu artinya langsung beli produk/jasa, tapi konversi ini ngasi leads yang sudah engaged dan tertarik ke bisnis.
Harapannya, leads seperti itu pada akhirnya menciptakan sales untuk bisnis.
Manfaat Conversion Rate Optimization
Paham conversion rate optimization (CRO) nawarin berbagai manfaat, antara lain:
1. Memahami Kebutuhan dan Behavior Audiens
Manfaat terbesar dari memahami conversion rate optimization yaitu bisa memahami kebutuhan dan behavior audiens dengan jauh lebih baik.
Ingat, CRO yang baik menandakan audiens yang tertarik sama tawaranmu.
Audiens yang tertarik artinya? Ya, kamu berhasil ngasi konten yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan mereka. Hal kaya gitu cuma bisa dicapai kalau kamu paham kebutuhan dan behavior audiens.
Apa Itu Search Intent? – Pengertian, Jenis, dan Pentingnya bagi SEO
2. Ningkatin Performa SEO
SEO dan CRO adalah dua hal yang sangat terikat. CRO yang baik bakal ngasi performa SEO yang baik pula – audiens lebih betah di website, metriks naik, dan ngasi sinyal yang positif ke Google.
3. Nurunin CPA
Cost per acquisition (CPA) adalah istilah yang identik banget sama dunia ads. Simpelnya, makin turun CPA, makin efektif iklan yang dibuat.
Nah, CRO bisa bantu nurunin CPA di ads. Yang secara otomatis bikin ads lebih efektif dan hemat.
4. Keuntungan Bisnis
Performa SEO naik, CPA untuk ads turun, dan audiens mau ngelakuin aksi yang kita mau – combo yang bikin bisnis makin untung!
Elemen dalam Conversion Rate Optimization
Ada beberapa elemen yang identik dengan conversion rate optimization (CRO) – di manapun kamu terapkan konsep ini. Apa saja?
1. Riset
Riset adalah elemen terpenting di CRO. Tujuannya agar kamu tahu seluk beluk audiens dan tahu konten seperti apa yang cocok untuk kebutuhan mereka.
Ada banyak banget jenis insight yang bisa kamu peroleh dari proses ini, misal:
- Riset pasar – tahu kebutuhan, preferensi, dan kemauan audiens.
- Riset kompetitor – tahu effort yang dilakuin kompetitor, konten seperti apa yang ada, dan kekurangan tiap konten.
- Conversion rate – tahu seberapa efektif CRO di websitemu saat ini.
- Heatmap – tahu perilaku audiens saat datang ke websitemu.
6 Cara Riset Keyword Paling Jitu – Capai Ranking 1 di Google!
2. Konten Persuasif
Setelah riset, kamu bisa buat konten yang tentunya bisa menarik minat audiens. Pakai copywriting dan CTA yang kuat.
3. User Experience (UX)
User experience (UX) memegang peran penting dalam ningkatin conversion rate.
Ada beberapa hal untuk menjaga kualitas UX seperti page speed yang baik, navigasi website yang mudah, dan elemen yang menarik.
4. A/B Testing
A/B testing diperlukan untuk menguji dua strategi konten yang berbeda, yang nantinya membantu kita agar tahu konten yang lebih baik untuk optimasi CRO.
Misalnya:
- Uji isi konten – format panjang dan format pendek.
- Fokus ke sisi emosional (pain points) atau rasional (fitur dan sisi teknis).
- Fokus ke produk/jasa atau fokus ke problem.
- CTAnya nawarin jadi leads dulu atau langsung ajak beli produk/jasa.
Strategi Conversion Rate Optimization
Oke, sekarang kita sudah paham apa saja manfaat beserta elemen yang ada di dalam CRO. Sekarang, kita cari tahu apa saja strategi CRO yang bisa kamu terapkan. Apa saja?
1. Manfaatin Lead Flow
Lead flow adalah pop-up yang isinya ngasi penawaran ke audiens – submit form ataupun klik CTA.
2. Tambahkan CTA Relevan
CTA adalah elemen yang ngarahin audiens untuk melakukan aksi tertentu. Sebagus-bagusnya konten, sayang banget kalau gak ada CTAnya.
Selain di landing page, kamu juga bisa sediakan CTA di artikel blog. Kamu bisa taruh CTA yang langsung ngajak transaksi atau CTA yang ngarahin audiens jadi leads – bebas, sekalian A/B testing.
Call to Action – Ajak Pembaca untuk Lakukan Aksi!
3. Lakukan Uji Landing Page
Jangan lupa lakukan uji landing page agar kamu punya formula terbaik yang bisa menarik perhatian audiens. Umumnya, pakai metode A/B testing.
Seperti yang sudah sempat kita singgung di atas, A/B testing itu lebih ke membandingkan strategi konten. Misal – dari segi format konten, fokus konten, sampai ajakan CTAnya.
A/B testing itu gak sekadar bandingan dua copywriting di CTA, ya – kaya “Beli Sekarang!” vs “Dapatkan Produk Favoritmu” – A/B testing gak kaya gitu.
4. Manfaatin Channel Lain
Apapun itu konversimu – mau itu dapet leads ataupun sales – buat mereka makin familiar dengan produkmu!
Kalau leads – buat mereka makin minat dengan produk/jasamu dan akhirnya bikin mereka at least coba free trial atau tanya-tanya ke customer service, sebelum harapannya beneran beli.
Kamu bisa manfaatin email marketing ataupun targetting ads.
Sudah Paham tentang Conversion Rate Optimization?
Konversi dalam digital marketing itu bentuknya beragam, tergantung channelnya – ada yang dalam bentuk leads hingga sales.
Apapun itu bentuk konversinya, kamu mesti nerapin yang namanya conversion rate optimization agar lebih optimal.
Ada beberapa hal yang mesti kamu perhatikan saat optimasi conversion rate – riset, konten, A/B testing, sampai merhatiin user experience.
Kalau kamu paham CRO, kamu akan jadi digital marketer yang gak cuma ngandelin metriks kaya traffic, clicks, impressions, likes, comments, dan lainnya.
Sekarang, kamu bisa ngasi daya tawar lebih – impact yang riil untuk bisnis.
Metriks di atas sebenarnya bagus. Cuma, di banyak kasus jadinya vanity metrics. Karena masih belum bisa ngasi dampak riil ke bisnis.
So, sudah siap buat optimasi conversion rate?
Frequently Asked Questions (FAQ)
Apa itu Conversion Rate Optimization (CRO)?
Conversion Rate Optimization (CRO) adalah proses mengoptimasi website atau channel digital supaya lebih banyak audiens melakukan aksi yang diinginkan—mulai dari isi form, daftar akun, sampai beli produk/jasa.
Kenapa CRO penting dalam digital marketing?
Karena CRO langsung berhubungan dengan konversi, alias hasil nyata buat bisnis. CRO bantu ngubah traffic jadi leads atau sales, bukan cuma numpuk impression atau klik doang.
Apa saja manfaat CRO?
Lebih ngerti kebutuhan dan perilaku audiens, Ngebantu naikin performa SEO, Nurunin cost per acquisition (CPA) di iklan, Meningkatkan keuntungan bisnis secara keseluruhan.
Apa saja elemen penting dalam CRO?
Riset audiens & kompetitor, Konten yang persuasif, User experience (UX) yang baik, A/B testing buat eksperimen strategi terbaik
Gimana cara menerapkan CRO di website?
Pakai lead flow kayak pop-up atau form penawaran, Tambahin CTA yang relevan di berbagai bagian konten, Uji performa landing page lewat A/B testing, Gunakan channel lain seperti email atau ads buat nurture leads
Referensi
https://blog.hubspot.com/marketing/conversion-rate-optimization-guide
https://cmlabs.co/id-id/seo-terms/conversion-rate-optimization-adalah
https://www.revou.co/kosakata/conversion-rate-optimization


