Burnout saat Menulis? Penyebab dan Solusi Jitunya!

Kita semua pasti setuju kalau tulisan yang bagus bisa muncul berkat kreativitas. Makanya, salah satu atribut wajib yang seorang penulis harus miliki yaitu kreatif.

Tapi, menjaga kreativitas secara konsisten dalam waktu lama adalah hal yang cukup menantang – bahkan bagi seorang penulis berpengalaman sekalipun.

Hampir semua penulis pasti pernah mengalami yang namanya burnout saat menulis. Tentu, hal ini wajar – karena tidak hanya fisik saja yang bisa capek, tapi otak juga.

Cuma masalahnya – rasa jenuh atau burnout ini gak bisa diprediksi kapan datangnya.

Kalau datangnya pas lagi banyak deadline? Wah, bakal jadi masalah besar.

Kondisi otak lagi gak kondusif, ide lagi seret, tapi deadline sudah makin dekat.

Konsekuensinya, seorang penulis harus tahu apa saja penyebab burnout saat menulis dan solusinya biar bisa nanganin masalah ini dengan cepat.

Penasaran gimana caranya?

Penyebab Burnout saat Menulis, Wajib Tahu

Pertama-tama kamu harus tahu apa saja penyebab burnout saat menulis yang bisa bikin kamu demotivasi.

1. Tekanan dalam Waktu Lama

Penyebab burnout pertama yaitu tekanan yang kamu peroleh dalam waktu yang lama – mau itu tekanan deadline, kualitas tulisan, dan sebagainya.

Sebagai profesional, tekanan sudah jadi bagian yang gak bisa dipisahkan. Ya namanya aja kerja, pasti ada target dan standar yang harus kamu capai.

Tapi, ada kalanya otak dan pikiran akan sampai di titik jenuh karena tekanan dalam waktu lama. Ibarat fisik yang dilatih, pasti akan ada waktu capeknya.

2. Terlalu Perfeksionis

Sikap perfeksionis itu ada bagusnya – artinya, kamu memerhatikan kualitas kerja yang akan kamu sajikan.

Tapi, kalau tuntutan perfeksionis ini gak bisa kamu kontrol, justru bakal jadi beban pikiran yang bikin kamu jenuh dan demotivasi. Termasuk di dalam kegiatan menulis.

3. Waktu Istirahat Gak Cukup

Tubuh dan pikiran itu gak bisa diforsir secara berlebihan – harus kamu atur waktu kerja dan istirahatnya.

Waktu istirahat yang gak cukup dan manajemen waktu yang buruk bikin otak terasa berat, jenuh, dan akhirnya kamu ngerasain burnout saat menulis.

4. Kurangnya Sumber Inspirasi

Sumber inspirasi itu penting banget buat seorang penulis. Kalau hal ini gak memadai, tentu akan mempersulit proses kerja dan mengalami writer’s block.

Proses menulis yang makin rumit di waktu yang bersamaan pasti bikin tekanan deadline dan kualitas tulisan juga terasa semakin besar – sehingga bikin seorang penulis merasa jenuh.

Brainstorming – Solusi Produktif agar Ide Makin Ngalir!

5. Terisolasi secara Sosial

Banyak penulis yang kerjanya sendirian dan mayoritas waktunya cuma di depan laptop – sehingga secara langsung juga membatasi waktu mereka dalam bersosial.

Nah, bagi sebagian orang, waktu sosial yang berkurang ini dampaknya besar banget bagi motivasi mereka.

6. Overthinking

Overthinking seringkali jadi penyebab mengapa seseorang ngerasa jenuh dan demotivasi. Hal ini juga bisa terjadi ke seorang penulis, lho!

Overthinking masalah kerja, ekspetasi, ataupun cuma mau kerja kalo ada motivasinya – semuanya bisa jadi penyebab kamu burnout saat menulis.

Ciri-ciri Kamu Mengalami Burnout saat Menulis

Supaya kamu bisa mencegah burnout saat menulis secepat mungkin, kamu sendiri harus tahu dan aware sama ciri-cirinya. 

Kalau kamu ngalamin sebagian besar dari ciri-ciri yang akan dijelaskan di bawah, besar kemungkinan kamu mengalami burnout. Apa saja?

1. Gak Semangat saat Menulis

Ciri-ciri yang paling gampang buat dilihat adalah gimana semangatmu ketika mau menulis.

Orang yang mengalami demotivasi saat nulis pasti ngerasa gak semangat dan berat banget saat memulai. Simpelnya, motivasi tiba-tiba hilang.

2. Mengalami Writer’s Block

Keinginan menulis yang minim nantinya bisa bikin kamu mengalami writer’s block. Ide rasanya susah banget keluar saat mikir mau nulis apa.

3. Gak Bisa Fokus

Fokus yang buyar juga ciri-ciri kalau kamu mengalami burnout saat menulis. Kamu ngerasa gampang banget terdistraksi.

Saat mau coba fokus, rasanya susah luar biasa – meskipun kamu sudah mute HP, bikin kondisi nulis yang kondusif, dan sebagainya. Rasanya, itu gak ngaruh.

4. Makin Maksa Nulis, Makin Stres

Memang, kita semestinya gak nunggu motivasi dulu baru kerja/belajar. Disiplin itu harus dibiasakan.

Kalau kamu ngalamin burnout – ketika kamu mulai memaksakan diri untuk nulis, kamu ngerasa makin stres dan tertekan. Jadinya, bikin tulisan pun susahnya minta ampun.

5. Menulis Terasa Sangat Melelahkan

Kamu mungkin biasanya bisa nulis beberapa artikel dalam sehari. Tapi, kalau kamu lagi jenuh, kelarin satu artikel aja rasanya udah capek banget.

8 Cara Jitu Mengatasi Burnout saat Menulis

Dunia profesional gak akan peduli apakah kamu lagi semangat atau lagi jenuh sama kerjaan – yang terpenting adalah sikap profesional dan hasil kerja yang maksimal.

Hal ini juga berlaku di penulis – yang penting kamu bisa nyelesaiin tulisan dengan kualitas terbaik dengan tepat waktu.

Jadi, kalau kamu ngerasa burnout saat menulis, kamu harus atasi sesegera mungkin biar gak mengganggu kerjaanmu. Nah, gimana caranya?

1. Atur Jam Istirahat

Hal pertama yang bisa kamu lakukan setelah baca artikel ini biar gak burnout yaitu atur jam istirahatmu.

Tubuh manusia perlu waktu istirahat yang cukup agar bisa kerja dengan maksimal. Pastikan kamu punya waktu tidur 7-8 jam dalam sehari.

2. Nikmati Hobi

Hobi seringkali jadi solusi untuk mengurangi burnout. Coba saja luangkan waktu buat ngelakuin hobi.

Mau itu olahraga, masak, main game, dan sebagainya.

3. Kurangi Kesibukan

Mengurangi kesibukan juga salah satu cara jitu buat mengatasi burnout saat menulis. Kamu bisa ambil cuti kalau kerja full-time ataupun kurangi ambil orderan kalau freelancer.

4. Lakukan Aktivitas Baru

Rutinitas yang itu-itu saja setiap hari bisa bikin otak kita bosan dan pada akhirnya gampang demotivasi. Coba deh lakuin aktivitas baru.

Misal – ke tempat baru kalau lagi ambil cuti, belajar masak, main alat musik, dan sebagainya. Intinya, lakukan hal yang sebelumnya gak sempat kamu coba.

5. Coba Mulai Membaca

Seringkali ide kita rasanya monoton karena kurang membaca. Nah, sekarang coba baca buku, majalah, atau artikel yang selama ini gak sempat kamu baca. Topiknya bebas sesuai keinginanmu.

7 Tips Menjadi Penulis – Ayo Mulai Berkarya!

6. Bersosialiasi

Coba ingat-ingat lagi – berapa lama kamu kurang bersosialisasi sama orang sekitar gara-gara sibuk bekerja?

Kalau kamu sekarang mulai ngerasa jenuh, coba deh keluar sebentar dan bersosialisasi dengan orang sekitarmu.

Kamu bisa ngobrol sama orang tua, tetangga, atau nongkrong bareng temen. Kalau kurang memungkinkan karena merantau misal, kamu bisa hubungi mereka via telepon.

7. Freewriting

Freewriting ini gak cuma bisa kamu lakukan saat nulis artikel dari klien ataupun saat kerja. Saat kamu lagi santai pun bisa!

Kamu bisa nulis diary atau apapun sesuka hatimu, pastinya tanpa mikirin tata bahasa, tanda baca, apalagi diksi.

8. Ubah Mindset

Hal terakhir yang bisa kamu lakukan kalau lagi jenuh yaitu merenungkan kembali mindset yang kamu punya.

Mindset ini bisa beragam – mindset dalam mendefinisikan kesuksesan ataupun motivasi.

Intinya, kamu harus fokus sama dirimu sendiri dan jangan terlalu ingin jadi orang lain.

Selain itu, kamu juga harus sadar kalau kunci kesuksesan seorang penulis adalah disiplin dan konsisten. Sulit kalau punya mindset baru mau kerja kalau ada motivasinya aja.

Burnout saat Menulis? Bisa Diatasi Kok!

Burnout adalah kondisi yang sering dialami oleh banyak orang di dunia profesional. Penulis pun gak lepas dari kondisi ini.

Burnout saat menulis ini beda ya sama writer’s block. Kalau writer’s block, kamu ngerasa susah cari ide meskipun kamu gak ngerasa jenuh. Nah, kalau burnout itu, keinginan buat nulis pun gak ada.

Ngerasa burnout itu wajar banget kok karena otak pasti butuh penyegaran setelah sekian lama menerima rutinitas dan tekanan. Tapi, kita harus bisa atasi kondisi itu secepat mungkin.

Kalau kamu ngerasa demotivasi dan jenuh saat mau nulis, bisa jadi kamu lagi di fase burnout. Kamu bisa ambil libur, atur waktu istirahat, ataupun bersosialisasi agar pikiranmu bisa fresh.

Intinya, burnout itu bukan sesuatu yang perlu ditakuti karena bisa kita atasi sejak dini.

Frequently Asked Questions (FAQ)

Apa itu burnout saat menulis?

Burnout saat menulis adalah kondisi mental ketika penulis merasa kelelahan, kehilangan motivasi, dan kesulitan untuk fokus atau menghasilkan tulisan, biasanya akibat tekanan berlebihan, kurang istirahat, atau kejenuhan berkepanjangan.

Apa perbedaan burnout dan writer’s block?

Writer’s block terjadi saat ide sulit muncul meskipun kamu masih punya semangat menulis. Sedangkan burnout adalah kondisi kelelahan mental di mana kamu bahkan kehilangan keinginan untuk menulis sama sekali.

Apa penyebab utama burnout saat menulis?

Tekanan kerja berkepanjangan, perfeksionisme yang berlebihan, kurang istirahat, minimnya inspirasi, isolasi sosial, dan overthinking.

Gimana cara mengatasi burnout saat menulis?

Atur jam istirahat, melakukan hobi, mengurangi beban kerja, mencari aktivitas baru, membaca, bersosialisasi, freewriting, dan mengubah pola pikir tentang produktivitas.

Bolehkah ambil jeda saat merasa burnout?

Boleh dan sangat disarankan. Mengambil jeda adalah salah satu cara paling efektif untuk mengembalikan energi dan kreativitas sebelum kembali menulis.

 

Referensi

https://www.idntimes.com/life/inspiration/5-tanda-dirimu-mengalami-burnout-dalam-menulis-stuck-gak-bisa-mikir-01-kk8bt-kjygwd

https://medium.com/@erinfulmerwrites/writers-we-need-to-talk-about-creative-burnout-80acd8f9b940

https://www.idntimes.com/life/career/6-tips-cegah-burnout-pada-penulis-pekerjaan-yang-menguras-pikiran-01-dv2xl-d77bky

https://www.idntimes.com/life/inspiration/5-alasan-utama-penulis-sering-burnout-dan-kehabisan-ide-01-8pq2g-ychm3t

https://penerbitdeepublish.com/cara-mengatasi-burn-out/

Andi

Andi

Hi, namaku Andi – SEO Specialist dengan pengalaman selama 2 tahun di berbagai niche. Saat ini bekerja sebagai Senior SEO Strategist di Selangkah Digital Agency sekaligus sebagai pemilik website ini.