Word of Mouth Marketing: Promosi dari Mulut ke Mulut

Kepuasan adalah alasan utama kenapa pelanggan mau balik lagi belanja ke suatu bisnis.

Rasa puas pelanggan bisa muncul dari berbagai faktor – kualitas produk/jasa, pelayanan, sampai value yang bisnis punya. Semua hal itu ngaruh ke kepuasan pelanggan.

Kamu pasti pernah dengar teman atau saudara pernah ngomong sesuatu yang mirip dengan kalimat di bawah ini.

“Kata Bu Susi, toko roti di sana enak banget loh!”

“Kalo mau HP jangan di toko itu ya. Udah mahal, mas-masnya judes pula.”

Ya, kalimat promotif seperti itu sering kita dengar dari kerabat setelah belanja di tempat tersebut – ada yang ngasi promosi positif ataupun negatif.

Terus, apa yang kamu rasakan setelah denger testimoni dari mereka?

Kamu pasti ada ngerasa percaya ke testimoni tersebut – sekecil apapun itu.

Pada akhirnya, rasa percaya yang kecil itu bikin kamu punya perspektif tersendiri ke bisnis tersebut – meskipun kamu gak pernah belanja di tempat itu sama sekali.

Positif? Mungkin kamu bakal beli produk/jasa bisnis tersebut saat butuh.

Negatif? Kamu jadi ragu mau beli produk/jasa bisnis tersebut.

Kebayang gak, kalau bisnis berhasil bikin pelanggannya puas dan akhirnya ngasi testimoni positif ke kerabatnya?

Potensi bisnis tersebut dapat pelanggan baru pun makin besar!

Nah, inilah yang kita sebut sebagai word of mouth marketing. Strategi yang sejak dulu selalu berhasil bikin bisnis berkembang.

Termasuk zaman sekarang – word of mouth marketing di platform digital masih sama efektifnya bikin bisnis punya banyak pelanggan.

Overpower juga ya…

Penasaran gimana caranya agar bisnis bisa nerapin strategi ini?

Yuk, kita kupas tuntas strategi word of mouth marketing di artikel ini!

Apa Itu Word of Mouth Marketing?

Word of mouth marketing (WOMM) adalah aktivitas pemasaran saat pelanggan ngasi informasi tentang produk/jasa suatu bisnis ke orang lain – teman, saudara, pasangan, atau kerabat lainnya.

Simpelnya, kita bisa sebut WOMM dengan istilah promosi dari mulut ke mulut.

Bahkan, sebagian pelanggan gak cuma ngasi informasi – tapi juga ngajak kerabatnya untuk ikut beli produk/jasa di bisnis tersebut.

Sebelum adanya papan reklame, iklan di TV, sampai iklan digital kaya sekarang – promosi dari mulut ke mulut adalah bentuk marketing yang sudah lebih dulu ada.

Ya, bisa dibilang word of mouth marketing adalah strategi tertua di dunia.

Strategi WOMM gak hilang – tapi justru berkembang ngikutin zaman. Sekarang kita bisa manfaatin strategi ini di platform digital lewat media sosial ataupun website.

Apalagi, review yang beredar di internet gak cuma bisa dilihat saudara, teman, atau keluarga pelanggan kita – tapi juga bisa diliat sama orang di seluruh dunia.

Kenapa Word of Mouth Bisa Muncul?

Simpelnya, word of mouth bisa muncul karena dua hal – pengalaman pelanggan dan publikasi bisnis. Maksudnya gimana?

1. Pengalaman Pelanggan

Pengalaman yang pelanggan dapat saat beli produk/jasa dari suatu bisnis punya pengaruh besar ke munculnya word of mouth marketing.

Produk/jasa itu sendiri, customer service, dan value perusahaan adalah tiga hal yang nantinya membentuk pengalaman dan perspektif pelanggan ke bisnis.

Baik pengalamannya positif atau negatif, inilah yang nanti akan diceritakan pelanggan ke kerabat atau bahkan di internet. Bisa dibilang, word of mouth yang terjadi di sini sifatnya organik.

Makanya, pengalaman pelanggan yang positif itu penting banget buat bisnis.

Apalagi, zaman sekarang gak susah buat cari hal viral – masa iya kita mau bisnis viral dalam hal negatif?

2. Publikasi Bisnis

Publikasi bisnis ini lebih ke arah PR move dari bisnis – baik itu bikin press release, press conference, liputan eksklusif, hingga kerja sama bareng influencer.

Kebalikan dari WOMM yang organik – publikasi bisnis ini masuknya sebagai amplified word of mouth.

Adanya publikasi bisnis kaya gini bikin bisnis diberitakan dan lebih gampang dikenal oleh banyak orang.

Misalnya bisnis baru rilis produk baru. Mereka akan kerja sama bareng media untuk publikasi press release ataupun liputan eksklusif.

Selain itu, kerja sama bareng influencer pun juga gak kalah efektif. Mereka akan ngeliput bisnis tersebut sehingga bikin orang lain penasaran.

Intinya, publikasi semacam ini lebih sebagai trigger atau pematik supaya masyarakat ngomongin bisnis tersebut dan terjadilah word of mouth marketing.

Keuntungan Word of Mouth Marketing

Berikut adalah keuntungan yang bisnis bisa peroleh dari adanya word of mouth marketing, antara lain:

1. Ningkatin Kepercayaan Calon Pelanggan

Keuntungan pertama jelas bisa ningkatin kepercayaan calon pelanggan ke bisnismu. Ini penting banget karena rasa percaya adalah kunci agar orang mau belanja sampai loyal ke bisnis.

Apalagi kalau yang cerita keluarga, saudara, atau bahkan teman yang pernah belanja produk/jasa tersebut – mereka akan cenderung lebih gampang percaya dan anggap pengalaman mereka itu valid.

2. Murah

Word of mouth marketing juga merupakan strategi yang murah. Kamu gak perlu ngeluarin duit mahal-mahal agar calon pelanggan kenal dan percaya dengan bisnismu.

Ingat, word of mouth (organik) itu gratis. Pelangganmu yang merasa puas akan mempromosikan bisnismu dengan sukarela.

3. Membangun Brand

Selain rasa percaya, promosi dari mulut ke mulut juga bisa membangun brand dan perspektif di benak calon pelanggan – meskipun mereka belum pernah belanja sama sekali.

4. Strategi yang Efektif

Keuntungan terakhir tentu saja – masih dianggap sebagai stragegi yang paling efektif.

Menurut salah satu artikel dari Forbes, 82% gen Z lebih percaya sama rekomendasi pelanggan asli (kerabat, teman, atau review) daripada iklan.

Artikel lain dari Forbes juga menyatakan, 82% pelanggan yang puas banget akan merekomendasikan bisnismu ke orang lain.

Kurang efektif apa coba strategi ini?

Cara Ningkatin Word of Mouth Marketing

1. Pastikan Produk/Jasa Berkualitas

Pengalaman yang memuaskan berasal dari produk/jasa yang kamu tawarkan. So, pastikan produk/jasamu berkualitas, ya!

Selain itu, perhatikan juga harga yang kamu tawarkan – jangan terlalu mahal dan terlalu murah.

2. Punya Keunikan Tersendiri

Keunikan bisa bikin kita gampang dikenal sama orang lain, sehingga lebih menarik untuk dibicarakan sama pelanggan. Nah, di sinilah kamu perlu unique selling proposition (USP).

3. Buat Pelangganmu Senang

Bikin pelayanan yang prima solutif, cepat, dan ramah agar pelanggan merasa puas dan senang saat bertransaksi dengan bisnismu.

Selain itu, kamu juga bisa tawarkan hal menarik seperti promo, demo produk, ataupun hadiah untuk pelangganmu yang loyal.

Selain itu, fokus juga untuk terus menjaga hubungan baik dengan pelanggan agar pelanggan makin loyal.

4. Dengarkan Pelangganmu

Seringkali pelanggan ngasi masukan ke bisnis – entah itu ke produk/jasa, pelayanan, sampai ide. Nah, jangan sia-siakan masukan dari mereka!

Masukan dari pelanggan adalah insight yang berharga banget karena itu adalah hal yang pelanggan butuhkan dan bisa bikin mereka senang.

Ketika bisnis bisa ngasi produk/jasa yang makin berkualitas, unik, dan pelayanan oke – pelanggan pun akan ngasi rasa percaya dan respect.

5. Cari Social Proof

Social proof juga bisa jadi salah satu langkah agar bisa memperoleh word of mouth. Sebagian bisnis pun juga sudah ngelakuin cara ini – bantu korban bencana, ke panti asuhan, dan sebagainya.

Cara seperti ini bisa bikin bisnismu gak cuma mentingin uang, tapi juga kebermanfaatan di masyarakat.

Social proof seperti ini gak cuma bisa bisnis lakukan secara mandiri, tapi juga bisa kerja sama bareng komunitas.

6. Kerja Sama dengan Media dan Influencer

Jangan lupa juga untuk kerja sama bareng media dan influencer agar bisnismu bisa dikenal lebih banyak orang.

7. Manfaatkan Platform Digital

Zaman sekarang, sayang banget kalo bisnis gak manfaatin platform digital buat nerapin word of mouth marketing.

Kamu bisa bikin konten yang menyentuh sisi emosional agar kontenmu punya peluang viral dan dibicarakan banyak orang.

Contoh yang paling sering yaitu bikin konten meme yang relevan dengan produk/jasa dan tren yang sedang berkembang.

Selain itu, kerja sama bareng influencer pun sekarang hampir semuanya manfaatin platform digital.

Gak cuma bikin konten – kamu juga harus merhatiin review pelanggan di Google Business Profile ataupun aplikasi pihak ketiga.

Pastikan kamu ngasi pengalaman terbaik agar kamu dapat review positif. Pasalnya, kebanyakan orang sekarang pasti liat review dulu sebelum mutusin belanja di mana.

Word of Mouth untuk Digital Marketing Lebih Efektif!

Word of mouth marketing (WOMM) dari dulu sudah terkenal efektif untuk membangun citra sekaligus ningkatin keuntungan suatu bisnis.

Sebenarnya konsep strategi ini simpel banget – kamu harus ngasi pengalaman terbaik ke pelanggan agar mereka puas dan sukarela mempromosikan bisnismu ke orang lain.

82% orang lebih percaya sama rekomendasi orang lain daripada iklan, 82% pelanggan yang puas pun mau mempromosikan bisnis secara sukarela.

Artinya, ini strategi marketing yang powerful banget.

Seiring perubahan zaman, WOMM gak hilang – tapi justru berkembang dan bisa kamu adaptasikan ke digital marketing.

Sekarang, kamu bisa kerja sama bareng influencer agar gampang dikenal secara luas. Pelanggan pun juga bisa ngasi review di Google Business Profile ataupun aplikasi pihak ketiga.

Dulu pelanggan cuma bisa ngelakuin word of mouth bisa ke teman, keluarga, atau kerabat. Sekarang sudah bisa ngelakuin ke semua orang di seluruh dunia.

Ngeliat fakta kaya gini, sayang banget kalo kita gak manfaatin word of mouth untuk bisnis.

Yuk, bikin pelanggan senang dan bangun word of mouth marketing!

Frequently Asked Questions (FAQ)

[sp_easyaccordion id=”3370″]

Andi

Andi

Hi, namaku Andi – SEO Specialist dengan pengalaman selama 2 tahun di berbagai niche. Saat ini bekerja sebagai Senior SEO Strategist di Selangkah Digital Agency sekaligus sebagai pemilik website ini.