Apa Itu Majas Personifikasi? – Pengertian, Ciri-ciri, hingga Contoh

Waktu sekolah dulu, kita belajar banyak banget jenis majas di pelajaran Bahasa Indonesia. Salah satu majas yang paling terkenal yaitu majas personifikasi.

Majas ini paling terkenal dan diingat karena kita gampang banget nemuin penggunaan majas ini di berbagai karya seni – mulai dari puisi, lagu, iklan, hingga artikel.

Bahkan, kita sendiri kadang suka pakai majas ini di percakapan sehari-hari tanpa disadari.

Kalau kamu seorang blogger, artikel ini cocok untukmu karena kita akan belajar bareng gimana caranya manfaatin majas personifikasi agar artikelmu lebih engaging.

Yuk, simak! 

Apa Itu Majas Personifikasi?

Majas personifikasi adalah gaya bahasa dengan ciri khas yaitu memberikan sifat manusia ke benda-benda di kehidupan nyata.

Kata personifikasi sendiri berasal dari Bahasa Yunani – prosopopoeia – yang artinya memanusiakan. Kata ini juga punya akar dari Bahasa Inggris – person – yang artinya orang.

Adapun benda-benda yang bisa kita pakai dalam majas personifikasi adalah hewan, tumbuhan, dan benda mati.

Menurut Henry Guntur Tarigan – penulis buku dan pakar linguistik Bahasa Indonesia – majas personifikasi gak hanya sebatas memberikan sifat manusia ke makhluk hidup lain ataupun benda mati, melainkan ke ide abstrak juga.

Ciri-ciri Majas Personifikasi

Berikut adalah beberapa ciri yang identik dengan majas personifikasi, antara lain:

1. Menggunakan Sifat Manusia

Ciri khas yang paling identik sama majas personifikasi yaitu memakai sifat manusia pada sebuah benda. Artinya, majas ini menggunakan antropomofisme di dalamnya.

Antropomofisme adalah memberikan karakter, emosi, perilaku, dan wujud manusia ke entitas non-manusia – hewan, tumbuhan, ataupun benda mati.

Tapi, beda sama fabel yang benar-benar ngasi sifat spesifik ke hewan. Majas personifikasi ini sifatnya “mengandai-andai”.

2. Membandingkan Benda Mati Layaknya Makhluk Hidup

Selain hewan dan tumbuhan, benda mati pun juga diberikan sifat selayaknya makhluk hidup.

3. Melibatkan Panca Indera

Sifat-sifat manusia yang dipakai untuk menggambarkan entitas non-manusia ini secara otomatis akan melibatkan panca indera saat kita mencoba memahami majas ini.

Apa Fungsi Majas Personifikasi untuk Tulisan?

Ada beberapa fungsi penggunaan majas personifikasi dalam sebuah karya, yaitu:

1. Membuat Karya Lebih Indah dan Hidup

Adanya majas ini membuat sebuah karya terlihat lebih indah dan hidup, sehingga lebih engaging dan menarik.

2. Membantu Audiens dalam Menggambarkan Suasana

Majas personifikasi juga membantu audiens dalam menggambarkan suasana yang ada di dalam suatu karya – membuat audiens ngerasa lebih terlibat dan masuk ke karya tersebut.

3. Menciptakan Kesan Imajinatif

Karya yang memakai majas personifikasi bisa membantu audiens membayangkan suasana, vibes, hingga perasaan subjek yang ada di dalam karya tersebut.

Contoh Kalimat yang Menggunakan Majas Personifikasi

Berikut adalah beberapa contoh kalimat yang menggunakan majas personifikasi, antara lain:

  • Angin berbisik menyampaikan rindu di malam sunyi.
  • Mentari tersenyum menyambut pagi yang cerah.
  • Daun-daun menari mengikuti irama angin.
  • Ombak berkejaran menuju tepi pantai.
  • Jam dinding berdetak gelisah menunggu waktu berlalu.
  • Bulan mengintip malu-malu di balik awan.
  • Hujan menangis membasahi bumi yang kering.
  • Api melahap rakus kayu-kayu kering.
  • Langit cemberut sepanjang hari.
  • Bintang berkedip nakal di angkasa malam.
  • Pohon melambai-lambai menyapa para pejalan.
  • Malam memeluk sunyi dengan erat.
  • Kabut menelan pandangan mata.
  • Buku-buku tua berbisik tentang masa lalu.
  • Jalan panjang setia menemani langkahku.

Buat Kalimatmu Lebih “Hidup” dengan Majas Personifikasi!

Personifikasi adalah salah satu majas yang paling terkenal dan sering dipakai dalam berbagai karya dan percakapan sehari-hari.

Ciri khasnya yang ngasi sifat manusia ke entitas non-manusia, membuat majas personifikasi terbilang cukup unik dan imajinatif.

Sebagai seorang penulis blog, kamu bisa manfaatin majas personifikasi agar tulisanmu makin menarik dan relevan dengan audiens.

Yuk, buat kalimatmu lebih “hidup” dengan memakai majas personifikasi!

Frequently Asked Questions (FAQ)

Apa yang dimaksud dengan majas personifikasi?

Majas personifikasi adalah gaya bahasa yang memberikan sifat, perilaku, atau tindakan manusia kepada benda mati, hewan, tumbuhan, atau ide abstrak.

Apa ciri-ciri utama majas personifikasi?

Ciri utama majas personifikasi adalah penggunaan sifat manusia pada entitas non-manusia, seperti benda mati yang “berbicara”, “menangis”, atau “tersenyum”. Selain itu, majas ini sering melibatkan panca indera dan membandingkan benda mati layaknya makhluk hidup.

Apa fungsi majas personifikasi dalam sebuah tulisan?

Fungsi majas personifikasi adalah membuat tulisan lebih indah, hidup, dan engaging. Majas ini juga membantu pembaca membayangkan suasana, emosi, dan konteks cerita dengan lebih jelas.

Apa perbedaan majas personifikasi dan majas metafora?

Majas personifikasi secara khusus memberikan sifat manusia kepada benda atau ide, sedangkan majas metafora membandingkan dua hal secara langsung tanpa kata pembanding. Contoh personifikasi: “Angin berbisik.” Contoh metafora: “Dia adalah bintang kelas.”

Apakah majas personifikasi hanya digunakan dalam karya sastra?

Majas personifikasi gak hanya digunakan dalam puisi atau cerpen, tetapi juga sering muncul dalam lagu, iklan, artikel blog, hingga percakapan sehari-hari untuk membuat pesan lebih menarik dan mudah diingat.

Apakah majas personifikasi bisa digunakan dalam artikel SEO?

Ya, majas personifikasi bisa digunakan dalam artikel SEO selama tetap relevan dan tidak berlebihan.

Andi

Andi

Hi, namaku Andi – SEO Specialist dengan pengalaman selama 2 tahun di berbagai niche. Saat ini bekerja sebagai Senior SEO Strategist di Selangkah Digital Agency sekaligus sebagai pemilik website ini.