
Mengenal Staging dalam Website Development

Ngembangin website adalah salah satu hal yang perlu dilakukan secara rutin. Tujuannya agar tampilan dan fitur website bisa terus relevan dengan kebutuhan dan preferensi user.
Tapi proses pengembangan ini sering kali bisa mengganggu performa website secara live – yang nantinya menurunkan pengalaman user.
Lalu, gimana solusinya agar bisa ngembangin website tanpa mengganggu performa website?
Nah, di sinilah kamu perlu proses yang disebut staging. Proses ini bisa membantumu saat ngembangin desain ataupun fitur website tanpa perlu khawatir performa livenya terganggu.
Kalau kamu kerjanya berhubungan dengan website – mau itu website developer ataupun SEO specialist, kamu perlu tahu konsep staging ini!
Yuk, langsung saja kita cari tahu!
Apa Itu Staging dalam Pengembangan Website?
Staging adalah proses pengujian fitur dan/atau desain website dalam lingkungan yang meniru kondisi nyata (live). Artinya, kamu ngelakuin pengujian di dalam website duplikat.
Bisa dibilang, staging ini mirip simulasi – di mana kamu bisa menguji apa pun di dalam website sekaligus tahu gimana dampaknya di kondisi nyata.
Selama proses staging ini berjalan, website utama tetap berfungsi secara normal.
Nanti, kalau proses pengembangan sudah selesai, developer bisa migrasi data yang ada di staging ke website asli (live) – sehingga fitur atau desain baru bisa dinikmati oleh user.
Manfaat Staging dalam Website Development
Proses staging nawarin berbagai manfaat dalam proses website development, seperti:
1. Mengurangi Risiko Munculnya Error
Staging membantu kita mengurangi risiko error pada website setelah rilis (live).
Lewat proses ini, kamu bisa nemuin bug yang bisa mengganggu jalannya fitur website yang lagi kamu kembangkan.
2. Memvalidasi Fungsionalitas Website
Kamu bisa menguji semua sistem dan fitur pada website di proses staging, sehingga website sudah dalam kondisi layak tayang pada saat perilisan.
3. Meningkatkan User Experience
Website yang berjalan baik tentu bisa ningkatin user experience – yang nantinya membantu website untuk perform di SEO, SEM, ataupun ningkatin peluang konversi.
Hal ini gak cuma mencakup fungsionalitas fitur – tapi juga dari segi visual (tata letak, ukuran font, warna), responsiveness, hingga kecepatan website.
4. Menghemat Biaya Website Development
Memperbaiki error pada website yang sudah rilis biasanya memakan biaya lebih mahal daripada memperbaiki error di proses staging. Jadi, proses ini juga bisa menghemat biaya website development secara keseluruhan.
5. Meningkatkan Keamanan Website
Selain menguji fitur ataupun mencegah error, proses staging juga sering dilakukan untuk menguji keamanan website.
Jadi, gak cuma menjamin website lebih bagus, staging juga bisa membantu kita untuk membuat website lebih aman.
6. Mendapat Feedback secara Langsung
Adanya error, bug, ataupun ketidaksesuaian lainnya tentu bisa langsung jadi feedback untuk tim developer. Jadi, webdev bisa hemat waktu dan tenaga dalam ningkatin kualitas website.
Tahapan Proses Staging Website
Proses staging mencakup beberapa tahapan yang harus website developer lakukan, meliputi:
1. Pembuatan Lingkungan Staging
Tahapan pertama yaitu membuat subdomain untuk meniru website utama (file, database, konfigurasi).
Kamu bisa buat subdomain lewat cPanel atau fitur bawaan WordPress.
2. Mengamankan Lingkungan Staging
Pastikan subdomain untuk staging aman dari indexing mesin pencari dan juga gak bisa diakses secara publik.
Selain itu, kamu juga perlu memasang sertifikat SSL agar lingkungan staging punya keamanan yang baik.
3. Melakukan Staging
Sekarang, kamu bisa melakukan proses staging sesuai kebutuhan.
4. Proses Pengujian (Testing)
Selanjutnya, kamu harus menguji semua fitur agar bisa berjalan dengan baik dan memastikan website tetap responsif.
Periksa juga apakah penambahan fitur baru ini menyebabkan error pada fitur lama ataupun konflik dengan plugin.
5. Rilis ke Website Live
Jika semuanya sudah berjalan dengan baik, kamu bisa lakukan backup pada website utama untuk mencegah kehilangan data. Lalu, baru kamu pindahkan website di versi staging ke versi live.
6. Menghapus Website Staging
Jika gak dipakai lagi, kamu bisa menghapus subdomain untuk proses staging sebelumnya agar gak memakan ruang penyimpanan.
Sudah Paham Pentingnya Staging untuk Pengembangan Website?
Website development adalah hal yang harus dilakukan secara rutin, agar website bisa berjalan sesuai dengan kebutuhan user.
Namun, ada risiko terjadinya error, bug, ataupun kesalahan lainnya dalam proses pengembangan tersebut. Makanya, webdev perlu banget ngadain staging.
Proses staging ini ibarat gladi resik – webdev bisa ngembangin fitur, cek bug, sampai memperbaiki responsiveness website tanpa perlu khawatir akan terjadi gangguan di website utama (live).
Apalagi, proses ini juga bisa menghemat biaya, waktu, serta tenagamu saat ngembangin fitur website.
Jadi, sudah siap bikin websitemu lebih keren tanpa gangguan?
Frequently Asked Questions (FAQ)
Apa perbedaan antara website staging dan website live?
Website staging adalah lingkungan replika atau duplikat yang digunakan khusus untuk pengujian dan pengembangan secara internal. Sementara itu, website live adalah versi situs yang dapat diakses secara publik oleh pengguna internet.
Mengapa staging sangat penting untuk pengembangan website?
Staging sangat krusial bagi pengembangan website karena memungkinkan pengembang untuk menguji perubahan teknis, seperti kecepatan pemuatan halaman atau struktur data, tanpa risiko merusak performa situs yang sedang berjalan.
Apakah website staging bisa terindeks oleh Google?
Secara default, ada risiko website staging terindeks jika gak dikonfigurasi dengan benar.
Kapan waktu terbaik untuk melakukan staging?
Proses staging sebaiknya dilakukan setiap kali Anda berencana melakukan pembaruan besar, seperti menambahkan fitur baru yang kompleks, mengubah desain atau tata letak (redesign), dan melakukan migrasi database atau server.
Apakah staging akan mempengaruhi kecepatan website utama?
Gak ngaruh. Karena lingkungan staging biasanya dibuat pada subdomain atau server yang terpisah, aktivitas pengujian di dalamnya gak akan membebani sumber daya server website utama.


